Senin, 23 Juni 2014

6 Beruang Mengejar Ombak, Mencatat Hari Ini




6 Beruang Mengejar Ombak, mencatat hari ini



                                     Pak polisi... pak polisi, numpang tanyak? 
                                     Sebentar!
                                     Coba sebutkan nama-nama snack? Prok prok prok... 
                                     (hihi maaf garing, ini adalah oase permainan anak jaman dulu)


         Hihiihihi ada setumpuk anak beruang yang bersender di tebing laut bermain ala anak SD era 90-an. Ditemani kelapa muda dan mie keriting, kebanggaan ureung Aceh.  Dan yang tak kalah kegirangan anak beruang, ada jutaan ombak berkejaran memanjakan mata di tepi pantai laot Lhoknga.
         Para anak beruang dengan gegap gempita bersemangat menunggu giliran, karena yang kalah hukumannya “truth or dear” hihiihihi...
Para pengunjung lainnya ikut terpesona mengamati anak-anak beruang yang riang gembira bermain dengan air laut yang genit bergoyang-goyang karena ada ombak yang melompat-lompat kegirangan.
         Setelah melahap santapan yang membuat mata dan perut kenyang, 6 anak beruang ini kembali berpetualang dan semakin narsis di era selfie-lisasi (hmm, yg ini istilahnya ngarang, hhe) dengan menggunakan papan penggilesan punya nya adek bungsu yang canggih di zaman sekarang. Mulailah satu persatu anak beruang ini bergaya ala model majalah bobo biar makin eksis di zaman entah berantah yang makin hari makin cucok.
         Akhirnya, sodara2! Se-beruang setanah air, setumpuk 6 anak beruang ini kembali menipak-nipukkan langkahnya menuju Ulee Lheu untuk memburu sesuap jagung bakar pedas manis, teh dingin, dan bakso tahu goreng.
         Sesampainya di depan pantai Ulee Lheu, 6 anak beruang ini “take a breath” sambil menikmati suara angin pantai sejenak dan kembali menipak-nipukkan gendang impian di bawah rimbunnya pohon cherry manis yang rindang. Hihiihi berawal dari ngefans sama film 5 Menara tentang shahibul menara, yang pantang menyerah memiliki semangat dan tekad yang kuat untuk mengejar mimpinya, dan di bawah kokohnya sebuah menara mereka bercerita mimpinya itu. Karena itulah kami, si anak beruang ingin berjuang mengejar mimpinya dan akan bertemu lagi untuk menceritakan hari-hari indah yang dilalui untuk mencapai mimpi itu, sampai ketemu di sini!!!


TTd: yuniyangmasihharusbanyakbelajar
        


        

Senin, 12 Mei 2014

Andai Awan dan Kejora



Puisi Rindu Meng-udara



Andai awan                        dan kejora tahu
Aku   rindu   satu  sosok  manusia yang bercerita pagi ini
Hampir   lima   belas  tahun   tak   menyapanya  bertemu   di sini
Aku   rindu   kedipan itu  menyapaku, bahkan boneka sapu tangannya
yang setia  menemani dan menghiburku, menjadi penguat ketulusan.
Dia  mengajakku memaknai hidup ditengah asingnya fatamorgana,
mendengarkan     setiap     bait    impian   yang    belum   tercapai
bertanya   bagaimana    hari    ini,     lusa,     dan   seterusnya.
Aku rindu tawanya.    Bahkan    sekalipun keriput itu ada.
Dia tetap cantik. Berharap selalu ada di sampingnya.
Saat-saat hanya ada dia yang mengerti
Di  tengah kelemahanku,
kepolosan dan kebodohanku,
AKU RINDU NENEK.
I miss you....