Kamis, 08 Mei 2014

Terpahat Pesona Putri Pahang




Terpahat Pesona Putri Pahang
    
        Keanggunan paras dan hati Sang Putri (dari negri seberang, Malaysia), mengayunkan awan cinta Paduka Raja Iskandar Muda untuk berlabuh padanya, dan Kutaradja menjadi saksi bisu, tertegun diam seribu bahasa mengukir jejak-jejak cinta dua anak manusia.
        Jauh sebelum kita terpatri mencintai kota ini, bumi Nanggroe Aceh Darussalam yang saat ini kita pandangi, telah ada sejak ratusan bahkan ribuan tahun silam. Disaksikan langit dan bintang, sang Putri dan Kutaradja pun telah lebih dulu bersahabat dekat, hingga beliau dikenal dengan sebutan Putroe Phang, yang berarti Putri dari kerajaan Pahang.
        Ternyata tak hanya sebatas namanya yang mencair dengan lika-liku kehidupan singgasana saat itu, bahkan kharisma Iskandar Muda yang mendampingi kekasih hati permaisuri tercinta, tertohok membuktikan cintanya dengan menghiasi hari-hari Putri yang rindu akan negrinya, dengan mendirikan sejumlah bangunan yang  hampir mirip dengan arsitektur dari negri Pahang, seperti Taman Putroe Phang, Gunongan sebagai tempat bermain Putri ditemani dayang-dayang.
        Kalau kita pernah mendengar kisah Adam dan Hawa, Sulaiman dan Balqis, Rasulullah dan Khodijah, Nobita dan Shizuka, serta masih banyak lagi yang lainnya yang menggetarkan jiwa dan meneteskan air mata, kali ini ada yang berbeda dengan romansa cerita Iskandar Muda dan Putroe Phang.
        Seiring bertaburan moment bersejarah yang hampir lekang oleh perhatian zaman, ternyata masih ada anak negri yang menggali khazanah budaya. Bahkan aku sendiri hampir terlena tentang gagapnya pengetahuan warisan budaya. Mungkin aku hanya lidi yang layu tanpa orang-orang seperti mereka yang saling terus mengingatkan
        Terharu anak negri dapat melihat langsung bangunan kokoh bukti cinta mereka, ingin rasanya bertanya langsung pada dinding-dinding yang berdiri tegar meski tertiup angin, panasnya terik, dan dinginnya rintik-rintik yang menghampiri. Ingin rasanya segera mewawancarai rumput-rumput yang bergoyang, yang pastinya merindukan suasana yang dulu pernah ada. Dan ingin menggelitik napak tilas jernihnya air mengalir dari kolam ke kolam, melewati jembatan eksotis yang bersahabat akrab dengan dedaunan dan sejuknya awan-awan yang singgah di bumi Seuramoe Mekkah.
        Seiring bertaburan moment bersejarah yang hampir lekang oleh perhatian zaman, ternyata masih ada anak negri yang menggali khazanah budaya. Bahkan aku sendiri hampir terlena tentang gagapnya pengetahuan warisan budaya. Mungkin aku hanya lidi yang layu tanpa orang-orang seperti mereka yang saling terus mengingatkan
        Tahukah kita, saat peletakan batu pertama, ada siapa aja? (saya gak tahu juga soalnya, hhe), ukiran kokohnya bangunan menandakan bukti kehidupan yang merindukan negri tempat tinggal di negri jiran, Pahang Malaysia. Dapatkah kita membayangkan begitu besarnya kegigihan kharismatik Iskandar Muda saat itu, kini terpahat cintanya di detail ukiran taman, bangunan-bangunan, dan gunongan yang hangat menghiasi perjalanan jelajah budaya kita dengan sejuta memori tak terlupakan.
        Salut dengan kreatifitas dan kekompakan anak negri, dengan segala kemampuan, diupayakan berbagai event yang diadakan di taman Putroe Phang, berharap taman ini semakin mempesona mata dunia. Menghiasi kedipan budaya yang manja untuk dilestarikan. Saat ini, ada jutaan mata bahkan lebih, terpahat pesona taman ini, mengangumi kelincahan anak sanggar berlatih menari, ditemani awan yang datang dan pergi. Aceh Lon Sayang...! Lopeyu full...! Keindahanmu mengalihkan duniaku...

Bersambung... ^^

Categories:

4 komentar:

  1. Balasan
    1. hihi iya kak ^^ pingin dsambung lg, tp idenya msih brpencar2 :D jd pingin diedit lg, nti mau saran2nya ya kak? :) thanks kak

      Hapus
  2. Nobita dan shizuka? Mereka sudah menikah? :O

    BalasHapus
  3. Kata-katanya keren sekali.. Ckckckk... Cocok ne nulis2 puisi tentang Cinta.. ^_^

    BalasHapus